Thursday, November 10, 2011

RPP Berkarakter Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi Terbaru SD/MI SMP/MTS SMA/MA 2011 2012

RPP Berkarakter - RPP Berkarakter Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi baik SD/MI SMP/MTS dan SMA/MA memang Rencana Perangkat Pembelajaran yang lagi di gunakan sebagai perangkat pembelajaran sekarang ini. ada beberapa perbedaan rpp berkarakter dan rpp yang dulu yaitu rpp sekarang lebih  di tekan kan kepada karakter siswa,
Contoh RPP Berkarakter Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi SDMI SMP MTS SMA MA 2011 2012 mudah mudahan bermanfaat untuk anda semua

Berikut contoh rpp berkarter smp dan sd,  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                          : ....................................
Mata Pelajaran               : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester               : VII/1
Standar Kompetensi       : Mendengarkan
  1.  ( memahami   wacana lisan melalui kegiatan  mendengarkan -berita)         
Kopetensi dasar    :
  1. Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Alokasi waktu       : 2 x 40 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
  1. Peserta didik dapat menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan Secara Tekun (diligence)
  2. Peserta didik dapat menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita
  3. Peserta didik dapat menyimpulkan isi berita dalam satu alinea

Karakter siswa yang diharapkan :
  • Dapat dipercaya ( Trustworthines
  • Rasa hormat dan perhatian ( respect 
  • Tekun ( diligence )
  • Tanggung jawab ( responsibility )

B.    Materi Pembelajaran

Penyimpulan pikiran, pendapat dan gagasan dalam wacana


C.    Metode Pembelajaran

Tanya jawab, diskusi dan penugasan
Teks wawancara tentang tokoh idola


D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Awal 
Apersepsi :
  1. Peserta didik Membacakan teks berita
  2. Peserta didik mendengarkan teks berita yang dibacakan
  3. Peserta didik diminta bertanya tentang manfaat berita yang dibacakab

Motivasi :
  1. Menjelaskan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat

Kegitan Inti
  • Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
  1. Mendengarkan wawancara narasumber atau rekaman wawancara Secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect )
  2. Mendata pikiran, pendapat dan gagasan yang dikemukan narasumber Secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) Serta Tanggung jawab ( responsibility )
  3. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  4. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  5. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
RPP Berkarakter
  • Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
  1. Mendiskusikan ketepatan data pikiran, pendapat, gagasan, yang dikemukan narasumber Secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) Serta Tanggung jawab ( responsibility )
  2. Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh atau narasumber yang disampaikan dalam wawancara Secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) Serta Tanggung jawab ( responsibility )
  3. Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui wawancara kedalam beberapa kalimat singkat Secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) Serta Tanggung jawab ( responsibility )
  • Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
  1. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  2. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  4. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
  5. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
  6. membantu menyelesaikan masalah;
  7. memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  8. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  9. memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Penutup
    Dalam kegiatan penutup, guru:
  1. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
  2. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  3. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
  5. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.    Sumber Belajar
  • Bagan identifikasi pengalaman
  • Gambar
  • VCD
  • Narasumber
  • Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
RPP Berkarakter diatas saya ambil dari contoh rpp bahasa indonesia SMP Kelas VII semester 1, selain contoh RPP Berkarakter Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi diatas, di bawah ini saya juga berikan contoh RPP Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berkarakter SD Kelas satu semester 1


Contoh RPP Berkarakter 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah    :     ...........................................
Mata Pelajaran    :     Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester    :  1 ( satu )/ I (Satu )   
Pertemuan ke    :    I ( Satu )
Alokasi Waktu    :     2  x 35 Menit


Standar Kompetensi:
  1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya
Kompetensi Dasar:
  1. Mempraktikkan gerak dasar jalan, lari dan lompat dalam permainan sederhana, serta nilai sportivitas, kejujuran, kerjasama, toleransi dan percaya diri

A.    Tujuan Pembelajaran**:
  • Siswa dapat melakukan gerak dasar lokomotor
Karakter siswa yang diharapkan :
  • Disiplin ( Discipline )
  • Tekun ( diligence )
  • Tanggung jawab ( responsibility )
  • Ketelitian ( carefulness)
  • Kerja sama ( Cooperation )
  • Toleransi ( Tolerance )
  • Percaya diri ( Confidence )
  • Keberanian ( Bravery )

II.     Materi Ajar (Materi Pokok):
  • Gerak dasar lokomotor
B.    Metode Pembelajaran:
  • Ceramah
  • Demonstrasi
  • Praktek

IV. Langkah-langkah Pembelajaran    :

A.    Kegiatan Awal:

Apresepsi/ Motivasi
  1. Siswa dibariskan menjadi empat barisan
  2. Mengecek kehadiran siswa
  3. Menegur siswa yang tidak berpakaian lengkap
  4. Melakukan gerakan pemanasan yang berorientasi pada kegiatan inti
  5. Mendemonstrasikan materi inti yang akan dilakukan/dipelajari

B.    Kegiatan Inti:
  • Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
  1. Berjalan ke depan, belakang, samping langkah panjang dan langkah pendek
  2. Berjalan dengan ujung kaki dan tumit
  3. Berlari ke depan, ke belakang, dan ke samping
  4. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

  • Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
  1. Melakukan gerakan berlari dengan langkah panjang dan pendek dengan Keberanian ( Bravery )
  2. Melakukan gerakan melompat ke depan, ke belakang dan ke samping
  3. Melakukan gerakan melompat  dengan satu kaki atau dua kaki

  • Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

C.    Kegiatan Akhir / Penenangan

    Dalam kegiatan Akhir, guru:
  • Siswa di kumpulkan mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi yang telah dilakukan/ diajarkan
  • Memperbai1i tentang kesalahan-kesalahan gerakan

V.    Alat dan Sumber Belajar:
  • Buku Penjaskes kls. 1
  • Diktat permainan bola kecil
  • Pluit

Oh ya, RPP Berkarakter diatas itu hanya sebagai gambaran saja, untuk lebih jelasnya silakan anda lihat beberapa rpp dan silabus berkarakter

RPP dan Silabus Berkarakter SMA RPP Berkarakter


RPP dan Silabus Berkarakter SDRPP Berkarakter


RPP dan Silabus Berkarakter SMPRPP Berkarakter


Sekali lagi saya berharap semoga dengan adanya RPP Berkarakter ini mudah mdahan teman teman semua dapat menjadikan contoh atau panduan dalam menyusun rpp dan silabus berkarakter, selain itu teman teman juga bisa melihat Cara Membuat RPP Berkarakter

Artikel Terkait :

RPP dan Silabus SD

Wednesday, November 9, 2011

Adakalanya, kita kesulitan untuk mengembangkan sebuah gagasan tulisan. Entah karena kehabisan amunisi, malas, atau sekian banyak alasan lain. Sayapun kerap menjumpai hambatan ini. Jika sudah demikian, maka kita hanya bisa kesal, kemudian tidak berkeinginan lagi untuk meneruskan menulis. Sayang kan? Sebenarnya, ada sebuah upaya untuk mencegah, atau setidaknya mengurangi masalah tersebut, yaitu dengan cara membuat kerangka tulisan.
Kerangka, seperti namanya, adalah sebuah bentukan belum sempurna sebuah benda yang akan berproses menjadi lebih sempurna setelah ditambah dan dipoles sedemikian rupa. Sebuah kerangka tulisan tidak bisa menjelaskan secara gamblang keseluruhan tulisan, namun dapat digunakan sebagai pemandu bagi si penulis untuk selalu menuliskan semua hal yang masih tercakup di dalam kerangka tersebut. Dengan demikian, si penulis akan dapat selalu mengontrol tulisan dan alur cerita sesuai dengan ide semula.
Membuat kerangka tulisan tidaklah sulit, meskipun juga bukan sebuah hal mudah. Pada intinya, kerangka tulisan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Pengantar/ pendahuluan
  2. Isi tulisan
  3. Pembahasan dan kesimpulan
Apakah kita mesti menggunakan tiga bagian tersebut untuk membuat sebuah kerangka tulisan? Secara umum, ya! Bagaimana kita menuliskan sebuah isi tanpa didahului dengan sebuah pengantar.
Fungsi pengantar adalah memberikan penjelasan tentang sebuah masalah (sesuai ide awal penulisan). Bagian ini biasanya dianggap sebagai bagian tulisan yang paling sulit ditulis, karena bagian inilah yang menentukan menarik tidaknya artikel yang kita tulis. Para penulis pemula biasanya kebingungan untuk menuliskan sebuah pengantar yang mengawali tulisannya. Namun, jangan kuatir, ada setidaknya empat jenis pengantar (menurut situs Freelance Writing), yaitu
  1. Kutipan. Gunakan kutipan yang mencakup tema dari artikel yang ditulis.
  2. Anekdot. Paparan tulisan yang menjelaskan sebuah cerita yang pas dengan cerita artikel.
  3. Ringkasan. Pengantar juga dapat diawali dengan menerangkan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana subjek cerita di artikel.
  4. Pernyataan kejutan. Pembaca dapat dipikat dengan menuliskan kalimat yang agak aneh atau tidak umum.
Penggunaan kutipan cukup banyak dilakukan orang untuk membuka sebuah tulisan. Misalnya,
Melihat ukuran serangga yang relatif kecil menumbuhkan keraguan akan kemampuan mereka bertahan terhadap berbagai hambatan dan gangguan dari faktor abiotik dan biotik.  Jika Anda menepuk mati seekor nyamuk, Anda tentu akan berpikir, bahwa mereka mudah sekali mati.
(Lihat kutipan tersebut di sini).
Kutipan tersebut menggiring pembaca untuk berpikir dan kemudian membenarkan pernyataan tersebut, sehingga mereka kemudian mencoba untuk mengikuti tulisan kita karena ingin mencari pendapat kita tentang pernyataan tersebut.
Menuliskan ringkasan untuk mengawali tulisan juga sering saya lakukan. Salah satunya sebagai berikut.
“Menurut ensiklopedia Encarta (2005), mimikri didefinisikan sebagai “pemiripan” atau “peniruan” secara fisik atau perilaku oleh satu spesies terhadap spesies yang lain yang menguntungkan dirinya, atau secara tidak langsung juga keduanya. Organisme yang “meniru” disebut mimik, sedangkan organisme yang “ditiru” disebut model. Di alam ini, cukup banyak jenis organisme, baik tumbuhan maupun hewan yang melakukan mimikri untuk tujuan pertahanan maupun mendapatkan pakan. Serangga adalah salah satu jenis hewan yang melakukan mimikri, dan pada banyak kasus terbukti efektif menurunkan kematian akibat pemangsaan oleh musuh alami.”
(Lihat artikel selengkapnya di sini).
Penjelasan singkat tersebut biasanya akan segera membuat pembaca merasa “ngeh” pada tulisan yang kita buat. Selanjutnya, mereka akan mengikuti paparan kita bagian demi bagian.
Bagian isi tulisan mengandung penjabaran lebih lanjut dari hal-hal yang sudah dituliskan pada pengantar, disertai dengan penjelasan dari penulis-penulis terdahulu (referensi pustaka). Pada bagian ini, kita bisa menjelaskan pula sebuah metode yang digunakan untuk “menguliti” hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan di bagian pengantar, sekaligus juga beberapa hasil yang kita peroleh.
Pembahasan berisi argumen kita untuk menjelaskan hal-hal yang sudah “dipermasalahkan”  di pengantar dan dibahas oleh penulis lain di isi tulisan. Dalam bagian ini, kita dapat memberikan pandangan-pandangan atau ide-ide kita berdasarkan pada hasil-hasil yang sudah kita peroleh, ditambah dengan bahasan oleh penulis sebelumnya. Dalam hal ini, keluasan wawasan keilmuan kita diuji. Jika kita banyak membaca, sehingga wawasan ilmu kita cukup mumpuni, maka biasanya menuliskan pembahasan bukanlah hal yang cukup sulit.
Kesimpulan digunakan untuk menjelaskan secara singkat rajutan pemikiran di pengantar (pertanyaan atau ide awal), metodologi menjawab pertanyaan (di bagian isi), dan bahasan-bahasan atas hasil yang diperoleh. Kesimpulan tidak perlu panjang lebar, namun singkat, padat, dan jelas!
Kira-kira itu dulu deh! Jika masih belum jelas, silakan ikuti tulisan-tulisan di blog Majalah SERANGGA online. Semoga bermanfaat.
Salam menulis,